Menu
header photo

PT.EQUITYWORLD FUTURES

SEMARANG

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

PT. EQUITYWORLD FUTURES Sterling tergelincir pada ketidakpastian negosiasi Brexit

PT. EQUITYWORLD FUTURES – Sterling turun tipis pada hari Kamis seiring kekhawatiran terhadap arah negosiasi Brexit membebani mata uang Inggris, dengan investor mengabaikan komentar yang suportif dari pembuat kebijakan bank sentral senior bahwa tingkat suku bunga perlu segera naik.

Pound bergerak seperempat persen lebih rendah ke level $ 1,2891 pada hari Kamis.

Terhadap euro, sterling melemah 0,36 persen ke level 92,24 pence per euro di awal perdagangan.

Investor juga mengawasi putaran ketiga perundingan Brexit yang dimulai pada hari Senin, Equity world dengan juru runding utama Uni Eropa mengatakan bahwa dia khawatir dengan lambannya pembicaraan.

Sterling tergelincir terhadap dollar dan euro pada hari Jumat dan berada di jalur untuk penurunan mingguan terburuk dalam lima pekan, karena investor yang khawatir terhadap voting Inggris yang meninggalkan Uni Eropa dan keyakinan untuk adanya penurunan suku bunga lainnya di tahun ini.

Bank of England mempertahankan suku bunga di rekor terendah pada pertemuan kebijakan hari Kamis namun sinyalkan bahwa mereka akan mengurangi suku bunga kembali sebelum akhir tahun ini. BoE memangkas suku bunga menjadi 0.25% pada awal bulan Agustus dan meluncurkan kembali program pembelian aset untuk menopang ekonomi dari sentimen Brexit.

Meskipun bergitu, sejak itu, data ekonomi Inggris menunjukan tidak terlihat terkena dampak negatif yang signifikan. Data-data tersebut membantu mendongkrak sterling naik ke level tertinggi tujuh pekan di $1.3445 pada pekan lalu, Equity world  naik lebih dari 5% dari level terendah tiga dekade yang dicapai setelah voting Brexit.

Namun dengan parlemen Inggris yang kembali sidang dan fokus kembai terhadap ketidakpastian negosiasi Inggris untuk meninggalkan blok Eropa serta prospek pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, sterling kembali turun hampir 2%.

 

Sumber: Reuters

Go Back

Comment