Menu
header photo

PT.EQUITYWORLD FUTURES

SEMARANG

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

PT.EQUITYWORLD FUTURES PanAust mendapat lampu hijau untuk menambang emas, tembaga

PT.EQUITYWORLD FUTURES PanAust, penambang mineral Australia, Jumat lalu mengumumkan bahwa mereka telah menerima tiga lisensi baru untuk prospek dan eksplorasi emas dan tembaga di Myanmar.PanAust adalah produsen tembaga dan emas yang berkantor pusat di Australia yang beroperasi di Laos. Hal ini juga mengejar peluang pra-pengembangan dan eksplorasi di Myanmar dan Papua Nugini.Lisensi, yang disetujui oleh pemerintah Myanmar pada 21 Juni, adalah yang pertama yang akan diberikan berdasarkan peraturan mineral baru yang diberlakukan pada bulan Februari.

“PanAust sangat tertarik untuk mengamankan lahan baru di Myanmar, negara yang menjadi fokus utama untuk strategi pertumbuhan perusahaan. Kami berharap dapat melaksanakan program eksplorasi yang sukses yang pada akhirnya akan mengarah pada operasi penambangan besar berikutnya di Myanmar, ”kata Fred Hess, Managing Director PanAust.Dia menambahkan bahwa PanAust berkomitmen untuk mendukung pembangunan sosial-ekonomi Myanmar.Di Myanmar, PanAust memegang 80 persen kepemilikan di Wuntho Resources Company Limited (WRCL) dan telah mendirikan usaha patungan dengan Myanmar Energy Resources Group International Company Limited (MERG), sebuah perusahaan yang berbasis di Myanmar, yang memegang 20pc sisa WRCL, PanAust mengatakan dalam pengumumannya.

Baca PT.EQUITYWORLD FUTURES Perkiraan Harga Emas: Penjual Akan Mengambil Keuntungan Terbatas

WRCL pada tahun 2016 dianugerahi dengan tiga lisensi eksplorasi yang memberikan hak untuk menambang di Hel Chain, Pink Hin Hka dan Nam Awl di wilayah Sagaing. Tiga lisensi yang baru diberikan akan memungkinkan WRCL untuk menambang di blok baru di Region Sagaing.Saat ini, lima perusahaan mineral asing memiliki lisensi untuk mengeksplorasi tembaga, grafit, seng, batu bara, timah dan tungsten di Myanmar. Mereka termasuk Pertambangan Chaundi Sichuan dan Logam Nonferrous Selatan, Pertambangan Asia Pasifik Australia, Pertambangan Lumpoondum Thailand, serta WRCL.Sementara itu, Daw Su Myat Htet, perwakilan dari parlemen daerah Sagaing, memperingatkan pemerintah untuk terus mengawasi kegiatan para penambang agar tidak membahayakan lingkungan dan keseimbangan sosial-ekonomi di kawasan itu.

Sumber Marketwatch, edit by PT Equityworld Futures Semarang

Go Back

Comment