Menu
header photo

PT.EQUITYWORLD FUTURES

SEMARANG

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

PT.EQUITYWORLD FUTURES Minyak Menguat Seiring Melonjaknya Tensi Di Timur Tengah

PT.EQUITYWORLD FUTURES Minyak memperpanjang kenaikan dalam tiga tahun terakhir karena ketegangan di Timur Tengah berkobar menyusul keputusan AS untuk memperbarui sanksi terhadap Iran, produsen terbesar ketiga OPEC.

Futures di New York menambahkan sebanyak 1,1 persen, mencapai level tertinggi sejak November 2014. Israel mengatakan pihaknya menutup fasilitas militer Iran di Suriah setelah rentetan rudal ditembakkan oleh pasukan Iran di Dataran Tinggi Golan. Harga melonjak 3 persen pada Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan membatalkan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, dan menerapkan kembali pembatasan ekspor minyak mentah Republik Islam tersebut.

Reli baru-baru ini telah didorong oleh langkah Trump di Iran dan ketegangan yang mendidih di seputar kawasan Timur Tengah. Sanksi itu bisa memotong ekspor minyak Iran sebanyak 500.000 barel per hari dalam enam bulan ke depan, menurut UBS Group AG. Arab Saudi mengisyaratkan itu bisa membuat persediaan yang hilang, sementara Goldman Sachs Group Inc. mengatakan ada kemungkinan harga dapat melampaui perkiraan.

Baca : PT.EQUITYWORLD FUTURES Minyak menguat setelah AS tinggalkan kesepakatan nuklir Iran

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik sebanyak 75 sen menjadi $ 71,89 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan pada $ 71,28 pada pukul 9:13 pagi waktu setempat. Harga naik $ 2,08 pada hari Rabu. Total volume yang diperdagangkan Kamis adalah sekitar 10 persen di atas rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Juli bertambah sebanyak 1 persen menjadi $ 78 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, setelah naik 3,2 persen pada hari Rabu. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada $ 6,04 premium hingga Juli WTI

Sumber Marketwatch, edit by PT Equityworld Futures Semarang

Go Back

Comment