Menu
header photo

PT.EQUITYWORLD FUTURES

SEMARANG

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

PT. EQUITYWORLD FUTURES HARGA MINYAK MENTAH: Pertemuan OPEC Kecewakan Sebagian Investor, WTI Lanjut Melemah

PT. EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak mentah begerak melemah hari ini, Jumat (26/5/2017), setelah hasil pertemuan OPEC di Wina membuat beberapa investor kecewa.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terpantau turun 0,05 poin atau 0,10% ke level US$48,85 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 07.52 WIB. Kemarin, WTI anjlok 4,8% ke level US$48,90 per barel.

Di waktu yang sama, PT Equityworld minyak Brent untuk pengiriman Juli melemah 0,08% atau 0,04 poin ke posisi US$51,42 per barel di ICE Futures Exchange, London, setelah kemarin ditutup melemah US$2,50 ke posisi US$51,46 per barel.

Seperti dilansir Bloomberg, Arab Saudi dan sekutunya mencapai sebuah kesepakatan untuk memperpanjang pengurangan produksi selama sembilan bulan ke depan hingga Maret 2018, namun tidak membeli rincian atau mengatakan apa yang akan terjadi setelahnya.

"Arab Saudi telah mencoba untuk membuat wajah bahagia mengenai hal ini," kata John Kilduff, partner di Again Capital, seperti dikutip Bloomberg.

"Namun, hanya ini yang dapat mereka lakukan, dan hal tersebut mengecewakan pasar," lanjutnya.

Pada sebuah konferensi pers di Wina, Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan bahwa dia berharap produsen shale di AS agar mengurangi laju pertumbuhan output.

Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa tidak ada banyak kekhawatiran terhadap penurunan harga minyak mentah, dan melihat memperkirakan minyak mentah akan mencapai level US$55 sampai US$60 per barel tahun ini.

Ebele Kemery, kepala investasi energi JPMorgan, PT Equityworld menngatakan perpanjangan kesepakatan selama sembilan bulan sudah diperkirakan pasar, sehingga investor perlu tahu apa strategi OPEC setelahnya.

"Untuk mendapatkan stabilitas harga, kita perlu tahu apa langkah terakhirnya. Tanpa pesan yang jelas seputar strategi, volatilitas pasar akan berlanjut,” kata Kemery kepada Bloomberg.

Go Back

Comment