Menu
header photo

PT.EQUITYWORLD FUTURES

SEMARANG

PT. Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Perang Dagang Terus Tekan Rupiah hingga Sentuh 14.355 per Dolar AS

Equityworld Futures Semarang - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis ini. Pelemahan ini seiring memanasnya tensi perang dagang.

Mengutip Bloomberg, Kamis (9/5/2019), rupiah dibuka di angka 14.306 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.295 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 13.351 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.306 per dolar AS hingga 14.355 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 0,26 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.338 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.305 per dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

"Rupiah masih kecenderungan melemah. Seperti biasa, trade war ini memang merugikan negara-negara emerging market," kata analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi dikutip dari Antara.

Berdasarkan keterangan Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative) pada Rabu malam, tarif impor dinaikkan dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap produk China ke AS senilai USD 200 miliar dan akan berlaku mulai 10 Mei 2019.

Menurut Dini, Presiden AS Donald Trump tidak ambil pusing jika perang dagang terus berlanjut dan bersikeras agar China tidak melakukan hal-hal yang dianggap bisa merugikan AS.

Selain itu pelemahan rupiah juga akan dipicu kekhawatiran tertekannya defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD), yang datanya akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini.

"CAD kita juga kan mengkhawatirkan, soalnya harga minyak dunia lagi menguat tajam. Itu yang bisa mengancam CAD," ujar Dini.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Ekonomi Hanya Tumbuh 5 Persen, Indef Minta Tak Salahkan Perang Dagang

Equityworld Futures Semarang - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF ) Enny Sri Hartati menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir yang masih tertahan di level 5 persen.

Seperti diketahui, perekonomian negara pada kuartal I 2019 tumbuh sebesar 5,07 persen, atau meningkat dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,06 persen.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Enny menilai, itu bukanlah pencapaian yang baik lantaran pertumbuhannya masih lebih kecil dari kuartal IV 2018 yang sebesar 5,18 persen.

"Bukan persoalan 5,07 yang menjadi concern kami. Tetapi kalau lihat semua indikator pertumbuhan, kualitas pertumbuhan kita betul-betul memburuk," keluh dia di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Dia pun menyatakan, faktor internal di dalam negeri lebih berperan terhadap pertumbuhan ekonomi negara dibanding faktor eksternal seperti tendensi perang dagang.

"Jadi, ini tidak hanya lampu kuning. Selalu pemerintah mengkambinghitamkan sektor global. Sektor eksternal hanya 20 persen. Sumber utama pertumbuhan ada di dalam negeri," tegas dia.

"Dampak dari perang dagang itu justru aliran investasi lari ke emerging market. Kalau kemarin yang banyak disoroti adalah penurunan di Singapura dan Jepang, tapi negara tetangga kita yang tumbuh seperti Thailand dan Vietnam justru enggak disoroti," kecam dia.

Oleh karenanya, ia pun mengimbau pemerintah untuk bisa memanfaatkan momen perang dagang, dimana banyak investasi yang bertebaran di negara-negara berkembang.

"Indonesia, basis pertumbuhannya itu di sumber daya. Artinya, ketika kita hanya di 5 persen, jangan lagi-lagi mengkambinghitamkan eksternal. Sumber dalam negeri yang harus disoroti," pungkas dia.

news edited by Equityworld Futures Semarang

 

Equityworld Futures Semarang : Wall Street Tergelincir karena Kekhawatiran Perang Dagang

Equityworld Futures Semarang - Wall Street mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena meningkatnya kekhawatiran perang dagang antara AS dengan China.

Mwngutip Reuters, Rabu ( 8/5/2019 ), Dow Jones Industrial Average turun 473,39 poin atau 1,79 persen menjadi 25.965,09. Untuk S&P 500 kehilangan 48,42 poin atau 1,65 persen menjadi 2.884,05. Sedangkan Nasdaq Composite turun 159,53 poin atau 1,96 persen menjadi 7.963,76.

Dow Jones Industrial Average membukukan penurunan harian terbesar kedua tahun ini, sementara S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan persentase terbesar ketiga.

Pelemahan Wall Street ini terjadi usai perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa China telah mundur dari komitmen yang dibuat selama negosiasi perdagangan.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Komentar itu mengikuti pernyataan tak terduga Presiden Donald Trump pada hari Minggu bahwa ia akan menaikkan tarif barang-barang Cina senilai USD 200 miliar menjadi 25 persen dari 10 persen.

Tarif tambahan ditetapkan mulai berlaku pada hari Jumat jika perjanjian perdagangan tidak tercapai saat itu.

Beijing mengatakan pada hari Selasa bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu akan mengunjungi AS pada hari Kamis dan Jumat untuk pembicaraan perdagangan.

Berbagai komentar yang keluar tersebut menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa investor di Wall Street bahwa pembicaraan perdagangan antara Cina dan AS bisa memakan waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Minggu demi minggu, kami telah mendengar ada kemajuan dan bahwa kesepakatan akan tercapai," kata Kate Warne, analis Edward Jones di St. Louis. "Namun ternyata sekarang tidak sesuai harapaan," lanjut dia.

Investor menyatakan keprihatinannya jika tarif tambahan diberlakukan. Hal tersebut dapat mengganggu rantai pasokan dan juga pertumbuhan ekonomi.

"Ancaman tarif belum ditelusuri sejak akhir Desember," kata Kim Forrest, analis Bokeh Capital Partners di Pittsburgh. "Itu bisa mengganggu simbiosis antara Cina dan Amerika Serikat." kata dia. 

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Diancam Sanksi Donald Trump, China Mengaku Sudah Biasa

Equityworld Futures Semarang - Ancaman sanksi berupa tarif tambahan untuk barang impor China ke Amerika Serikat ( AS ) sempat menambah pesimisme terkait dialog perang dagang. Akan tetapi, pihak China mengaku tetap mengirim delegasi ke AS.

Dilaporkan South China Morning Post, pakar relasi China-AS menyebut ancaman tarif adalah taktik Trump untuk menyalahkan China bila negosiasi perang dagang. China pun disebut sudah terbiasa dengan gaya Trump.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

"Setelah melakukan sejumlah pembicaraan intensif, China sudah familiar dengan gaya Trump dan administrasinya. Pengumuman mendadak Trump bukanlah kejutan besar bagi China, tetapi China harus bersiap untuk skenario terburuk," ujar Lu Xiang dari Akademi Ilmu Sosial China.

Senada dengan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menegaskan Vice-Premier Liu He tetap akan bertolak ke AS untuk membahas isu perdagangan. Pemerintah juga berkata sudah biasa diancam oleh tarif Trump.

"Sudah berkali-kali pihak AS mengancam untuk menambah tarif," ujar Geng Shuang.

Dia turut menyuarakan langkah diplomatis agar kedua negara adidaya ini bisa mencapai kesepakatan yang menguntungkan bersama. Pada saat yang sama, ia menyebut warga China waswas terhadap dialog perang dagang.

"Semua orang di China dan luar negeri sangat khawatir tentang pembicaraan selanjutnya, dan kami juga mempelajari tentang perubahan-perubahan relevan. Delegasi China sedang bersiap berangkat ke AS untuk beragam negosiasi," tegasnya.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Sentimen The Fed Bikin IHSG Lanjutkan Koreksi Selama Sepekan

Equityworld Futures Semarang - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada pekan ini. Pernyataan pimpinan the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS menjadi katalis negatif IHSG.

Mengutip laporan PT Ashmore Asset Management Indonesia, seperti ditulis Sabtu ( 4/5/2019 ), IHSG melemah 1,28 persen dari posisi 6.401 pada 27 April 2019 menjadi 6.319,45 pada Jumat 3 Mei 2019.

Saham kapitalisasi besar melemah 1,29 persen, dan sejalan dengan penurunan IHSG pada pekan ini. Akan tetapi, investor asing beli saham USD 3,7 miliar pada pekan ini seiring ada crossing saham.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sementara itu, indeks obligasi susut 0,38 persen selama sepekan. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun 10 basis poin ke posisi 7,87 persen. Sedangkan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di posisi 14.266. Selama sepekan, investor asing lepas obligasi USD 153 juta pada perdagangan Senin.

Sejumlah sentimen eksternal secara tidak langsung pengaruhi pasar keuangan global termasuk IHSG.

Pertama, negosiasi perdagangan Amerika Serikat ( AS ) dan China masih jadi sorotan. Negosiasi perdagangan antara AS dan China memasuki tahap akhir, tetapi kesepakatan diperkirakan gagal mengatasi beberapa tujuan utama pemerintahan AS yang dipimpin Presiden AS Donald Trump. Hal ini termasuk memerangi cybertheft China dan subsidi negara.

Presiden Trump telah berulang kali menegaskan kesepakatan perdagangan AS-China akan membahas apa yang menurut dia merupakan pola China yang ilegal mendapatkan akses ke jaringan komputer AS.

Dia juga mengatakan akan akhiri praktik ekonomi seperti subsidi yang menurut AS memberi China keunggulan kompetitif yang tidak adil.

Akan tetapi, para negosiator China telah menolak membahas cybertheft dalam konteksi negosiasi dengan alasan masalah tersebut akan ditangani dalam forum yang berbeda.

Kedua, Brexit. Partai konservatif dan buruh telah hadapi serangan balasan di kotak suara atas kebuntuan Brexit dengan partai-partai kecil dan independen memenangkan kursi.

Anggota parlemen belum menyetujui kesepakatan untuk meninggalkan Uni Eropa, dan sebagai hasilnya, batas waktu Brexit telah diundur dari 29 Maret hingga 31 Oktober.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Transaksi Tabungan Emas Pegadaian Naik 22,5 Persen

Equityworld Futures Semarang - Program April Belanja Emas yang digelar PT Pegadaian ( Persero ) membuahkan pertumbuhan baik bagi perseroan. Baik jumlah nasabah baru maupun jumlah transaksi mengalami peningkatan yang cukup baik.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menyatakan, jumlah nasabah baru pemilik Tabungan Emas Pegadaian tumbuh 29,2 persen berkat progam tersebut.

"Program ini dapat menambah 90.394 rekening tabungan emas nasabah baru," ungkapnya di Jakarta.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sementara untuk jumlah transaksi naik sebesar 22,5 persen atau sebesar 412.133 transaksi. Dari perolehan angka ini, Pegadaian optimis kinerja perusahaan akan terus meningkat, ditambah dengan adanya aplikasi Pegadaian Digital.

Untuk transaksi secara umum di Pegadaian sendiri, diakui Harianto, meningkat meski belum signifikan.

"Biasanya menjelang puasa memang naik tapi tidak terlalu terlihat. Jelang lebaran justru turun," ungkapnya.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Arah Gerak Obligasi RI

Equityworld Futures Semarang - Pasar obligasi diprediksi akan melemah meskipun dapat berbalik menguat ( rebound ) sewaktu-waktu.

Associate Director Research & Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan potensi berbalik menguat tersebut disebabkan ruang koreksi yang sebetulnya sudah habis.

"Sehingga hanya menunggu kenaikan. Kami merekomendasikan jual hari ini dengan potensi rebound, harap para pelaku pasar dan investor hati-hati," ujar Nico dan tim dalam riset pagi ini (2/5/19).

Dia menilai koreksi yang terjadi beruntun sejak awal pekan lalu dan sudah menembus level support belum terlalu dalam, karena imbal hasilnya (yield) masih dalam rentang toleransi.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Menurut dia, sentimen yang akan diperhatikan pelaku pasar hari ini adalah pidato The Fed usai FOMC semalam yang menunjukkan bahwa bank sentral optimistis inflasi Amerika Serikat akan pulih dan ekonomi akan cukup kuat sekalipun tanpa dukungan dari bank sentral.

FOMC adalah komite rapat dewan kebijakan pasar terbuka AS, termasuk di dalamnya bank sentral yaitu The Fed, yang menentukan kebijakan moneter termasuk suku bunga.

"Ekonomi tetap sehat, dan komite percaya bahwa kebijakan saat ini merupakan hal yang tepat."

Selain faktor FOMC, sentimen lain yang membuat iklim industri keuangan global memanas adalah deadline 2 pekan yang ditetapkan Gedung Putih terkait dengan perundingan damai dagang dengan China, yang disusul ancaman keluar dari perundingan jika perkembangan kondisi tidak kemana-mana. 

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Rontok ke Rp14.208 Jelang Kesepakatan Dagang AS-China

Equityworld Futures Semarang - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin ( 29/4/2019 ) berbalik melemah setelah dibuka perkasa. Data Bloomberg mencatat rupiah terkoreksi 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.208 per USD.

Sebelumnya, rupiah dibuka perkasa 9 poin atau 0,06% ke posisi Rp14.190 per USD, setelah Jumat pekan lalu berada di Rp14.199 per USD. Sepanjang Senin ini, mata uang kecintaan kita diperdagangkan di Rp14.181-Rp14.212 per USD.

Rupiah pun menjadi mata uang terlemah hari ini di Asia, disusul yuan China -0,05% ke 6,73 yuan per USD, ringgit Malaysia -0,05% menjadi 4,13 ringgit per USD, dan baht Thailand -0,03% menjadi 31,92 baht per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah melemah 8 poin atau 0,05% ke posisi Rp14.190 per USD, berbanding penutupan Jumat pekan lalu di Rp14.182. Hari ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.175-Rp14.212 per USD.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Rupiah melemah merespon jelang kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China pada 1 Mei mendatang. Melansir dari CNBC, Senin (29/4), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa pembicaraan dagang mendekati tahap final.

Sementara itu, laju dolar AS melemah menjelang kesepakatan dagang karena membuat selera investor berkurang. Greenback juga tertekan menjelang pertemuan The Fed, dimana investor menunggu arah kebijakan ekonomi dan bisnis setelah pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I 2019 ciamik di 3,2%.

"Meski data ekonomi AS tumbuh kuat ini bukan minggu yang kita cari untuk posisi besar bagi dolar AS. Karena pasar tidak hanya melihat dari satu peristiwa ekonomi," kata Stephen Gallo, kepala strategi mata uang asing di BMO Capital Markets di London.

Mengutip dari Reuters, indeks USD terhadap enam mata uang utama sedikit lebih lembut ke level 97,970, setelah berada di level 98,330 di sesi sebelumnya. Dolar jatuh meski laporan pertumbuhan ekonomi menguat karena inflasi inti melambat tajam, membuat spekulan mempersempit peluang penurunan suku bunga di tahun ini.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Awal perdagangan pekan ini, laju IHSG melemah

Equityworld Futures Semarang - Sebelumnya, membuka perdagangan pekan ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah meninggalkan level 6.400. Pelemahan IHSG dipicu aksi jual yang dilakukan investor asing.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin ( 29/4/2019 ), IHSG melemah 12,69 poin atau 0,2 persen ke posisi 6.388,38. Pada pukul 09.01 waktu JATS, IHSG masih turun 13,45 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.387,62. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,61 persen ke posisi 1.004,5.

Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.Sebanyak 62 saham melemah. Sementara itu, 99 saham menguat dan 127 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.396,57 dan terendah 6.376,77.

Total frekuensi perdagangan saham 14.149 kali dengan volume perdagangan 6,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 49,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 36,14 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) menguat dengan berada di kisaran Rp 14.190.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sebagian besar sektor saham tertekan dipimpin saham aneka industri yang turun 1,3 persen, dan sektor manufaktur 0,53 persen serta industri dasar yang melemah 10,51 persen. Dua sektor saham yang masih bisa menghijau yaitu saham pertanian naik 0,15 persen dan saham kontruksi naik 0,14 persen.

Sementara itu, saham INCF merosot 18,75 persen ke posisi Rp 390 per saham, saham DART tergelincir 9,62 persen ke posisi Rp 282 per saham, dan saham OASA susut 8,5 persen ke posisi Rp 280 per saham.

Saham-saham yang menguat antara lain saham APEX menguat 24,1 persen ke posisi Rp 1.030 per saham, saham PGLI melonjak 23,27 persen ke posisi Rp 392 per saham, dan saham SOSS mendaki 7,98 persen ke posisi Rp 460 per saham.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : IHSG Melemah di Awal Sesi Perdagangan

Equityworld Futures Semarang - Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Sektor keuangan mengalami penurunan terbesar.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat 26 April 2019, IHSG melemah 23,82 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.348,95. Pada pukul 09.01 waktu JATS, IHSG masih turun 32,90 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.339,88. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,86 persen ke posisi 996,36. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 102 saham melemah. Sementara itu, 67 saham menguat dan 103 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.356,42 dan terendah 6.325,82.

Total frekuensi perdagangan saham 17.658 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 430 miliar. Investor asing jual saham Rp 58 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) menguat dengan berada di kisaran Rp 14.188.

Sepuluh sektor saham tertekan. Sektor saham keuangan turun 1,15 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri merosot 0,84 persen dan sektor saham kontruksi tergelincir 0,76 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham TRIO menguat 23,66 persen ke posisi Rp 115 per saham, saham GOLD melonjak 16 persen ke posisi Rp 580 per saham, dan saham GHON mendaki 10,94 persen ke posisi Rp 1.420 per saham.

Sementara itu, saham OASA merosot 16,11 persen ke posisi Rp 302 per saham, saham AKSI tergelincir 15,62 persen ke posisi Rp 270 per saham, dan saham AMAG susut 13,33 persen ke posisi Rp 260 per saham.

View older posts »

 

Equityworld Futures Semarang : Perang Dagang Terus Tekan Rupiah hingga Sentuh 14.355 per Dolar AS

Equityworld Futures Semarang - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis ini. Pelemahan ini seiring memanasnya tensi perang dagang.

Mengutip Bloomberg, Kamis (9/5/2019), rupiah dibuka di angka 14.306 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.295 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 13.351 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.306 per dolar AS hingga 14.355 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 0,26 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.338 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.305 per dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

"Rupiah masih kecenderungan melemah. Seperti biasa, trade war ini memang merugikan negara-negara emerging market," kata analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi dikutip dari Antara.

Berdasarkan keterangan Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative) pada Rabu malam, tarif impor dinaikkan dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap produk China ke AS senilai USD 200 miliar dan akan berlaku mulai 10 Mei 2019.

Menurut Dini, Presiden AS Donald Trump tidak ambil pusing jika perang dagang terus berlanjut dan bersikeras agar China tidak melakukan hal-hal yang dianggap bisa merugikan AS.

Selain itu pelemahan rupiah juga akan dipicu kekhawatiran tertekannya defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD), yang datanya akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini.

"CAD kita juga kan mengkhawatirkan, soalnya harga minyak dunia lagi menguat tajam. Itu yang bisa mengancam CAD," ujar Dini.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Ekonomi Hanya Tumbuh 5 Persen, Indef Minta Tak Salahkan Perang Dagang

Equityworld Futures Semarang - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF ) Enny Sri Hartati menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir yang masih tertahan di level 5 persen.

Seperti diketahui, perekonomian negara pada kuartal I 2019 tumbuh sebesar 5,07 persen, atau meningkat dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,06 persen.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Enny menilai, itu bukanlah pencapaian yang baik lantaran pertumbuhannya masih lebih kecil dari kuartal IV 2018 yang sebesar 5,18 persen.

"Bukan persoalan 5,07 yang menjadi concern kami. Tetapi kalau lihat semua indikator pertumbuhan, kualitas pertumbuhan kita betul-betul memburuk," keluh dia di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Dia pun menyatakan, faktor internal di dalam negeri lebih berperan terhadap pertumbuhan ekonomi negara dibanding faktor eksternal seperti tendensi perang dagang.

"Jadi, ini tidak hanya lampu kuning. Selalu pemerintah mengkambinghitamkan sektor global. Sektor eksternal hanya 20 persen. Sumber utama pertumbuhan ada di dalam negeri," tegas dia.

"Dampak dari perang dagang itu justru aliran investasi lari ke emerging market. Kalau kemarin yang banyak disoroti adalah penurunan di Singapura dan Jepang, tapi negara tetangga kita yang tumbuh seperti Thailand dan Vietnam justru enggak disoroti," kecam dia.

Oleh karenanya, ia pun mengimbau pemerintah untuk bisa memanfaatkan momen perang dagang, dimana banyak investasi yang bertebaran di negara-negara berkembang.

"Indonesia, basis pertumbuhannya itu di sumber daya. Artinya, ketika kita hanya di 5 persen, jangan lagi-lagi mengkambinghitamkan eksternal. Sumber dalam negeri yang harus disoroti," pungkas dia.

news edited by Equityworld Futures Semarang

 

Equityworld Futures Semarang : Wall Street Tergelincir karena Kekhawatiran Perang Dagang

Equityworld Futures Semarang - Wall Street mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena meningkatnya kekhawatiran perang dagang antara AS dengan China.

Mwngutip Reuters, Rabu ( 8/5/2019 ), Dow Jones Industrial Average turun 473,39 poin atau 1,79 persen menjadi 25.965,09. Untuk S&P 500 kehilangan 48,42 poin atau 1,65 persen menjadi 2.884,05. Sedangkan Nasdaq Composite turun 159,53 poin atau 1,96 persen menjadi 7.963,76.

Dow Jones Industrial Average membukukan penurunan harian terbesar kedua tahun ini, sementara S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan persentase terbesar ketiga.

Pelemahan Wall Street ini terjadi usai perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa China telah mundur dari komitmen yang dibuat selama negosiasi perdagangan.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Komentar itu mengikuti pernyataan tak terduga Presiden Donald Trump pada hari Minggu bahwa ia akan menaikkan tarif barang-barang Cina senilai USD 200 miliar menjadi 25 persen dari 10 persen.

Tarif tambahan ditetapkan mulai berlaku pada hari Jumat jika perjanjian perdagangan tidak tercapai saat itu.

Beijing mengatakan pada hari Selasa bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu akan mengunjungi AS pada hari Kamis dan Jumat untuk pembicaraan perdagangan.

Berbagai komentar yang keluar tersebut menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa investor di Wall Street bahwa pembicaraan perdagangan antara Cina dan AS bisa memakan waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Minggu demi minggu, kami telah mendengar ada kemajuan dan bahwa kesepakatan akan tercapai," kata Kate Warne, analis Edward Jones di St. Louis. "Namun ternyata sekarang tidak sesuai harapaan," lanjut dia.

Investor menyatakan keprihatinannya jika tarif tambahan diberlakukan. Hal tersebut dapat mengganggu rantai pasokan dan juga pertumbuhan ekonomi.

"Ancaman tarif belum ditelusuri sejak akhir Desember," kata Kim Forrest, analis Bokeh Capital Partners di Pittsburgh. "Itu bisa mengganggu simbiosis antara Cina dan Amerika Serikat." kata dia. 

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Diancam Sanksi Donald Trump, China Mengaku Sudah Biasa

Equityworld Futures Semarang - Ancaman sanksi berupa tarif tambahan untuk barang impor China ke Amerika Serikat ( AS ) sempat menambah pesimisme terkait dialog perang dagang. Akan tetapi, pihak China mengaku tetap mengirim delegasi ke AS.

Dilaporkan South China Morning Post, pakar relasi China-AS menyebut ancaman tarif adalah taktik Trump untuk menyalahkan China bila negosiasi perang dagang. China pun disebut sudah terbiasa dengan gaya Trump.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

"Setelah melakukan sejumlah pembicaraan intensif, China sudah familiar dengan gaya Trump dan administrasinya. Pengumuman mendadak Trump bukanlah kejutan besar bagi China, tetapi China harus bersiap untuk skenario terburuk," ujar Lu Xiang dari Akademi Ilmu Sosial China.

Senada dengan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menegaskan Vice-Premier Liu He tetap akan bertolak ke AS untuk membahas isu perdagangan. Pemerintah juga berkata sudah biasa diancam oleh tarif Trump.

"Sudah berkali-kali pihak AS mengancam untuk menambah tarif," ujar Geng Shuang.

Dia turut menyuarakan langkah diplomatis agar kedua negara adidaya ini bisa mencapai kesepakatan yang menguntungkan bersama. Pada saat yang sama, ia menyebut warga China waswas terhadap dialog perang dagang.

"Semua orang di China dan luar negeri sangat khawatir tentang pembicaraan selanjutnya, dan kami juga mempelajari tentang perubahan-perubahan relevan. Delegasi China sedang bersiap berangkat ke AS untuk beragam negosiasi," tegasnya.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Sentimen The Fed Bikin IHSG Lanjutkan Koreksi Selama Sepekan

Equityworld Futures Semarang - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada pekan ini. Pernyataan pimpinan the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS menjadi katalis negatif IHSG.

Mengutip laporan PT Ashmore Asset Management Indonesia, seperti ditulis Sabtu ( 4/5/2019 ), IHSG melemah 1,28 persen dari posisi 6.401 pada 27 April 2019 menjadi 6.319,45 pada Jumat 3 Mei 2019.

Saham kapitalisasi besar melemah 1,29 persen, dan sejalan dengan penurunan IHSG pada pekan ini. Akan tetapi, investor asing beli saham USD 3,7 miliar pada pekan ini seiring ada crossing saham.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sementara itu, indeks obligasi susut 0,38 persen selama sepekan. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun 10 basis poin ke posisi 7,87 persen. Sedangkan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di posisi 14.266. Selama sepekan, investor asing lepas obligasi USD 153 juta pada perdagangan Senin.

Sejumlah sentimen eksternal secara tidak langsung pengaruhi pasar keuangan global termasuk IHSG.

Pertama, negosiasi perdagangan Amerika Serikat ( AS ) dan China masih jadi sorotan. Negosiasi perdagangan antara AS dan China memasuki tahap akhir, tetapi kesepakatan diperkirakan gagal mengatasi beberapa tujuan utama pemerintahan AS yang dipimpin Presiden AS Donald Trump. Hal ini termasuk memerangi cybertheft China dan subsidi negara.

Presiden Trump telah berulang kali menegaskan kesepakatan perdagangan AS-China akan membahas apa yang menurut dia merupakan pola China yang ilegal mendapatkan akses ke jaringan komputer AS.

Dia juga mengatakan akan akhiri praktik ekonomi seperti subsidi yang menurut AS memberi China keunggulan kompetitif yang tidak adil.

Akan tetapi, para negosiator China telah menolak membahas cybertheft dalam konteksi negosiasi dengan alasan masalah tersebut akan ditangani dalam forum yang berbeda.

Kedua, Brexit. Partai konservatif dan buruh telah hadapi serangan balasan di kotak suara atas kebuntuan Brexit dengan partai-partai kecil dan independen memenangkan kursi.

Anggota parlemen belum menyetujui kesepakatan untuk meninggalkan Uni Eropa, dan sebagai hasilnya, batas waktu Brexit telah diundur dari 29 Maret hingga 31 Oktober.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Transaksi Tabungan Emas Pegadaian Naik 22,5 Persen

Equityworld Futures Semarang - Program April Belanja Emas yang digelar PT Pegadaian ( Persero ) membuahkan pertumbuhan baik bagi perseroan. Baik jumlah nasabah baru maupun jumlah transaksi mengalami peningkatan yang cukup baik.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menyatakan, jumlah nasabah baru pemilik Tabungan Emas Pegadaian tumbuh 29,2 persen berkat progam tersebut.

"Program ini dapat menambah 90.394 rekening tabungan emas nasabah baru," ungkapnya di Jakarta.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sementara untuk jumlah transaksi naik sebesar 22,5 persen atau sebesar 412.133 transaksi. Dari perolehan angka ini, Pegadaian optimis kinerja perusahaan akan terus meningkat, ditambah dengan adanya aplikasi Pegadaian Digital.

Untuk transaksi secara umum di Pegadaian sendiri, diakui Harianto, meningkat meski belum signifikan.

"Biasanya menjelang puasa memang naik tapi tidak terlalu terlihat. Jelang lebaran justru turun," ungkapnya.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Arah Gerak Obligasi RI

Equityworld Futures Semarang - Pasar obligasi diprediksi akan melemah meskipun dapat berbalik menguat ( rebound ) sewaktu-waktu.

Associate Director Research & Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan potensi berbalik menguat tersebut disebabkan ruang koreksi yang sebetulnya sudah habis.

"Sehingga hanya menunggu kenaikan. Kami merekomendasikan jual hari ini dengan potensi rebound, harap para pelaku pasar dan investor hati-hati," ujar Nico dan tim dalam riset pagi ini (2/5/19).

Dia menilai koreksi yang terjadi beruntun sejak awal pekan lalu dan sudah menembus level support belum terlalu dalam, karena imbal hasilnya (yield) masih dalam rentang toleransi.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Menurut dia, sentimen yang akan diperhatikan pelaku pasar hari ini adalah pidato The Fed usai FOMC semalam yang menunjukkan bahwa bank sentral optimistis inflasi Amerika Serikat akan pulih dan ekonomi akan cukup kuat sekalipun tanpa dukungan dari bank sentral.

FOMC adalah komite rapat dewan kebijakan pasar terbuka AS, termasuk di dalamnya bank sentral yaitu The Fed, yang menentukan kebijakan moneter termasuk suku bunga.

"Ekonomi tetap sehat, dan komite percaya bahwa kebijakan saat ini merupakan hal yang tepat."

Selain faktor FOMC, sentimen lain yang membuat iklim industri keuangan global memanas adalah deadline 2 pekan yang ditetapkan Gedung Putih terkait dengan perundingan damai dagang dengan China, yang disusul ancaman keluar dari perundingan jika perkembangan kondisi tidak kemana-mana. 

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Rontok ke Rp14.208 Jelang Kesepakatan Dagang AS-China

Equityworld Futures Semarang - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin ( 29/4/2019 ) berbalik melemah setelah dibuka perkasa. Data Bloomberg mencatat rupiah terkoreksi 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.208 per USD.

Sebelumnya, rupiah dibuka perkasa 9 poin atau 0,06% ke posisi Rp14.190 per USD, setelah Jumat pekan lalu berada di Rp14.199 per USD. Sepanjang Senin ini, mata uang kecintaan kita diperdagangkan di Rp14.181-Rp14.212 per USD.

Rupiah pun menjadi mata uang terlemah hari ini di Asia, disusul yuan China -0,05% ke 6,73 yuan per USD, ringgit Malaysia -0,05% menjadi 4,13 ringgit per USD, dan baht Thailand -0,03% menjadi 31,92 baht per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah melemah 8 poin atau 0,05% ke posisi Rp14.190 per USD, berbanding penutupan Jumat pekan lalu di Rp14.182. Hari ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.175-Rp14.212 per USD.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Rupiah melemah merespon jelang kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China pada 1 Mei mendatang. Melansir dari CNBC, Senin (29/4), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa pembicaraan dagang mendekati tahap final.

Sementara itu, laju dolar AS melemah menjelang kesepakatan dagang karena membuat selera investor berkurang. Greenback juga tertekan menjelang pertemuan The Fed, dimana investor menunggu arah kebijakan ekonomi dan bisnis setelah pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I 2019 ciamik di 3,2%.

"Meski data ekonomi AS tumbuh kuat ini bukan minggu yang kita cari untuk posisi besar bagi dolar AS. Karena pasar tidak hanya melihat dari satu peristiwa ekonomi," kata Stephen Gallo, kepala strategi mata uang asing di BMO Capital Markets di London.

Mengutip dari Reuters, indeks USD terhadap enam mata uang utama sedikit lebih lembut ke level 97,970, setelah berada di level 98,330 di sesi sebelumnya. Dolar jatuh meski laporan pertumbuhan ekonomi menguat karena inflasi inti melambat tajam, membuat spekulan mempersempit peluang penurunan suku bunga di tahun ini.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Awal perdagangan pekan ini, laju IHSG melemah

Equityworld Futures Semarang - Sebelumnya, membuka perdagangan pekan ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah meninggalkan level 6.400. Pelemahan IHSG dipicu aksi jual yang dilakukan investor asing.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin ( 29/4/2019 ), IHSG melemah 12,69 poin atau 0,2 persen ke posisi 6.388,38. Pada pukul 09.01 waktu JATS, IHSG masih turun 13,45 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.387,62. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,61 persen ke posisi 1.004,5.

Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.Sebanyak 62 saham melemah. Sementara itu, 99 saham menguat dan 127 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.396,57 dan terendah 6.376,77.

Total frekuensi perdagangan saham 14.149 kali dengan volume perdagangan 6,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 49,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 36,14 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) menguat dengan berada di kisaran Rp 14.190.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sebagian besar sektor saham tertekan dipimpin saham aneka industri yang turun 1,3 persen, dan sektor manufaktur 0,53 persen serta industri dasar yang melemah 10,51 persen. Dua sektor saham yang masih bisa menghijau yaitu saham pertanian naik 0,15 persen dan saham kontruksi naik 0,14 persen.

Sementara itu, saham INCF merosot 18,75 persen ke posisi Rp 390 per saham, saham DART tergelincir 9,62 persen ke posisi Rp 282 per saham, dan saham OASA susut 8,5 persen ke posisi Rp 280 per saham.

Saham-saham yang menguat antara lain saham APEX menguat 24,1 persen ke posisi Rp 1.030 per saham, saham PGLI melonjak 23,27 persen ke posisi Rp 392 per saham, dan saham SOSS mendaki 7,98 persen ke posisi Rp 460 per saham.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : IHSG Melemah di Awal Sesi Perdagangan

Equityworld Futures Semarang - Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Sektor keuangan mengalami penurunan terbesar.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat 26 April 2019, IHSG melemah 23,82 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.348,95. Pada pukul 09.01 waktu JATS, IHSG masih turun 32,90 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.339,88. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,86 persen ke posisi 996,36. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 102 saham melemah. Sementara itu, 67 saham menguat dan 103 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.356,42 dan terendah 6.325,82.

Total frekuensi perdagangan saham 17.658 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 430 miliar. Investor asing jual saham Rp 58 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) menguat dengan berada di kisaran Rp 14.188.

Sepuluh sektor saham tertekan. Sektor saham keuangan turun 1,15 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri merosot 0,84 persen dan sektor saham kontruksi tergelincir 0,76 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham TRIO menguat 23,66 persen ke posisi Rp 115 per saham, saham GOLD melonjak 16 persen ke posisi Rp 580 per saham, dan saham GHON mendaki 10,94 persen ke posisi Rp 1.420 per saham.

Sementara itu, saham OASA merosot 16,11 persen ke posisi Rp 302 per saham, saham AKSI tergelincir 15,62 persen ke posisi Rp 270 per saham, dan saham AMAG susut 13,33 persen ke posisi Rp 260 per saham.

View older posts »